Minggu, 17 Mei 2009

CEREWET

Hmm...cerewet , apakah jadi orang yang mempunyai karakter yang suka bicara itu negatif? tidak juga , pada tulisan ini kita akan bahas cerewet yang positif bagi penderita stroke....
ada beberapa penderita stroke setelah mengalami serangan stroke ia tidak bisa lagi berbicara oleh karena itu bagi orang yang menjaga dan merawat penderita stroke tidak boleh berdiam diri atau tidak suka bicara karena itu akan memperlambat penderita stroke untuk bisa bicara. sebaiknya bagi yang menjaga penderita stroke kita harus menjadi orang yang cerewet, suka bicara dan mengajak penderita stroke mengobrol karena itu merupakan salah satu terapi supaya penderita stroke belajar berbicara dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya...,semoga bagi penjaga penderita stroke selalu mendapat cara atau ide supaya penderita stroke akan lebih baik dari hari ke hari ....semangatttttttt...........( i love u i hope Allah give me a time to continue my life so i can take care of u)

Senin, 13 April 2009

BELAJAR MENGGUNAKAN SEDOTAN YUUK

oleh sebab itu kita yg menjaga pasien stroke harus terus mengarahkan,membimbing pasien stroke sehingga pasien stroke bisa minum menggunakan sedotan,apabila kondisi pasien stroke lebih baik lg kita bisa menggunakan sedotan tanpa mesti memotongnya,dgn latihan,kesabaran,kerjasama antara pasien stroke,keluarga,dokter juga perawat. itu merupakan korelasi yg sangat baik untuk mencapai kesembuhan pasien stroke..(ok mom u must keep practice with me)

BELAJAR MENGGUNAKAN SEDOTAN YUUK...!

potong sedotan tdk terlalu pendek,lalu sebelum sedotan masuk k mulut pasien,kita suruh pasien melihat kita menggunakan sedotan,setelah pasien ingin mencoba kita berikan pasien stroke minum dgn menggunakan sedotan,memasukan sedotan itu pd bag mulut yg tdk terserang stroke,kadang pasien stroke suka lupa seharusnya menyedot minuman,pasien stroke malah mengambil nafas dgn hidung atau menggunakan mulutnya bukan untuk menyedot tapi meniup,

BELAJAR MENGGUNAKAN SEDOTAN YUUK...!

penderita stroke mengalami gangguan di daerah mulutnya oleh krn itu penderita stroke mengalami kesusahan saat minum ataupun makan.di tulisan ini akan di bahas memberikan minum pada penderita stroke,pertama2 kita bisa memberikan minum dgn menggunakan sendok kecil yg terbuat dari pelastik,lalu apabila penderita stroke telah bisa komunikasi kita bisa mengajarkan penderita stroke minum menggunakan sedotan dengan cara awal kita potong sedotan

Sabtu, 11 April 2009

Always Guide to Allah Path

Setiap orang yang di timpa ujian akan selalu merasa bingung,sedih dan kosong tidak tahu harus berbuat apa ?
Tapi ada satu jalan yang akan membuat kekosongan itu terisi kembali dan kesedihan berubah menjadi kebahagiaan walaupun ujian selalu datang menghampiri, caranya yaitu selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT penguasa alam semesta.
Ujian itu bisa berbagai macam salah satunya sakit khususnya yang di bahas dib logs ini adalah penderita yang terserang penyakit stroke.
Bagi penderita stroke bimbingan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sangatlah penting karena itu bisa mengobati dan menumbuhkan rasa kepercayaan diri pada penderita stroke, juga menumbuhkan semangat dan menerima takdir yang telah di berikan pada penderita stroke tersebut, dengan mendekatkan diri kepada Allah swt penderita stroke dapat mengatur dan memanage emosinya yang seringkali naik turun karena penderita stroke mengalami gangguan di persyarafan atau syaraf otak ada beberapa yang putus sehingga emosinya labil dan tidak terkontrol .
Apa saja yang mesti di lakukan saat kita harus membimbing penderita stroke mendekatkan diri kepada Allah swt dan agama islam?
Pertama kita membimbing kembali penderita stroke untuk melaksanakan sholat wajib yang lima waktu , penderita stroke tidak akan seperti saat mereka normal bisa hafal bacaan sholat oleh karena itu kita sebagai orang yang menjaga penderita stroke kita harus membimbing dari awal bacaan sholat sampai dengan akhir sholat atau sampai dengan salam. Apabila penderita stroke tidak kuat sholat tiap waktu kita bisa membibing penderita stroke untuk menjama qosor sholat wajib itu , dan apabila penderita stroke telah lebih kuat kondisi fisiknya kita bisa menambah melatihnya sedikit demi sedikit untuk sholat tepat waktu dan memambah sholat sunnah seperti tahajud , hajat dan istikharah….
Kedua kita bisa mengajak penderita stroke untuk mengaji Al-Quran ( membaca Al-Quran) , pertama-tama kita bisa memperkenalkan kembali pada penderita stroke huruf2 hija’iah, memperkenalkan kembali tanda –tanda baca dalam Al-Quran , dan memberi contoh bagaimana cara membaca huruf2 yang terdapat dalam ayat-ayat Al-Quran
Yang ketiga, kita bisa membacakan buku2 mengenai hadist maupun buku –buku yang berhubungan dengan agama islam yang akan membuat penderita stroke selalu tersadar kalau sakitnya itu merupakan suatu ujian sementara …..untuk mencapai kebahagiaan di akhirat kelak.
Saat penulis membaca buku ‘Sakitku Ibadahku’ untuk bundanya yang menderita stroke penulis tersadar kalau yang memberi kesembuhan pada bundanya bukan hanya obat-obatan , tempat tidur yang harganya belasan juta untuk kenyamanan bundanya ,dokter dan perawat yang menjaga bundanya, tapi kesembuhan itu diberikan oleh Allah swt , apabila kita bisa mengambil hikmah dan menjalani ujian dari Allah swt dengan baik, dengan keajabaiban dan kunfayakun Allah swt bisa memeberukan kesembuhan seketika, buku ‘Sakitku Ibadahku’ salah satu penulisnya seorang dokter yaitu dokter H.Hanny Ronosulistyo,Sp.OG(K),M.M. penulis membacakan buku itu pada bundanya sehingga bundanya mempunyai motivasi untuk berusaha sembuh walaupun kesembuhan itu akan datang begitu lama karena bunda mengalami serangan stroke 9 kali dan mengalami penyumbatan di otaknya, tapi Allah Swt membolak balikan kehidupan bagi umatnya sangatlah mudah seperti membalikan tangan, oleh karena itu bombing orang kita cintai untuk selalu berjalan di jalan Allah swt apabila mereka mengalami ujian sakit seperti stroke.( Semoga tulisan ini bermanfaat untuk semuanya ) I love you mom I hope Allah always guide us in His way ……………..

Selasa, 17 Maret 2009

yuk kita berjemur di sinarnya matahari

ya... bagi penderita stroke yang tidak bisa melakukan aktifitas,hanya tidur di kamar, sesekali harus di bawa keluar rumah saat pagi hari waktu matahari pagi terbit dengan sinarnya yang baik untuk tubuh penderita stroke,karena dengan berjemur di bawah sinar matahari pagi bagi penderita stroke itu membuat tubuhnya akan semakin kuat dan membuat penderita stroke mengalami pergantian udara karena kalau penderita stroke hanya di kamar apalagi kamarnya mempunyai Ac yang terus-terusan menyala bisa jadi penderita stroke terjangkit penyakit paru seperti bronhitis dll.oleh karena itu berjemur di pagi hari sangatlah penting bagi penderita stroke. itu juga bisa jadi merupakan salah satu cara supaya penderita stroke tidak mengalami rasa bosan yang sangat karena ada pergantian pemandangan.semoga bagi keluarga yang anggota keluarganya menderita stroke bisa menjaga , menyayanginya dan selalu sabar dan ikhlas merawatnya.

Kamis, 12 Februari 2009

jalan-jalan yuk

Senyuman itu membuatku bahagia tidak terhingga, bunda aku senang melihatmu tersenyum…….
Di pagi hari yang cerah, matahari bersinar menghiasi indahnya pagi di desaku yang terletak di kaki gunung ciremai,bunda sangat senang saat anak-anaknya menyiapkan kendaraan beroda empat untuk mengajak bunda berjalan-jalan,saat melihat sawah seperti permadani yang menyelimuti tanah, bunda tersenyum dari dalam kendaraan , hanya ucapan syukur yang selalu terucap, apalagi saat melihat burung-burung yang terbang di sawah, bunda sangat senang sekali,dan kita anak-anaknya ada satu kepuasan yang tidak bisa terucap dengan kebahagian yang bunda dapatkan, ternyata kasih sayang, perhatian , rasa hormat kepada orang tua merupakan ramuan yang efektif.dengan mengajak orang tua kita jalan-jalan apalagi orang tua kita menderita storke, itu bisa menjadikan suatu alat hiburan bagi orang tua kita, akan timbul semangat hidup walaupun penyakit yang menyerang orang tua kita berat,sebagai anak hidup kita hanya untuk orang tua, sehingga kebahagiaan orang tua mudah-mudahan jadi sebuah bekal untuk kita di masa yang akan datang (another world)